Berita Terbaru Bagi para perempuan, apa kalian pernah melakukan periksa payudara sendiri? Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah ada perubahan pada payudara. Ini juga dilakukan untuk mendeteksi apa ada tanda-tanda masalah kesehatan pada payudara, seperti tumor atau kanker misalnya. Bukan tidak mungkin ini juga dialami pria, meskipun lebih jarang kemunculannya.

Salah satu yang umum dialami perempuan adalah fibroadenoma. Ini merupakan benjolan atau tumor jinak yang muncul di payudara, yang juga bisa dialami pria. Jangan panik, simak dulu fakta seputar fibroadenoma ini, yuk!

Mengenal Fibroadenoma, Penyakit Tumor di Payudara Pria dan Wanita

Mengenal fibroadenoma terlebih dahulu
Sebelum beranjak lebih jauh, mari mengenal fibroadenoma dulu, yuk! Ini merupakan jenis tumor jinak (non-kanker) dan biasa ditemukan di payudara perempuan. Fibroadenoma adalah jenis tumor yang paling umum dialami oleh perempuan di bawah usia 30 tahun. Tumor ini dialami oleh sekitar 2,2 persen orang dari seluruh populasi.

Berbeda dengan kanker, fibroadenoma tidak mengancam jiwa. Meski begitu, perawatan medis mutlak diperlukan agar tumor itu tidak membesar dan menyebar. Tumor ini terdiri dari jaringan payudara dan stroma (jaringan ikat) serta bisa terjadi di satu atau kedua payudara sekaligus, terang laman Health Line.

Apa yang menyebabkan fibroadenoma muncul?
Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan fibroadenoma muncul. Namun, diperkirakan bahwa hormon estrogen punya peran untuk pertumbuhan dan perkembangan tumor. Kebiasaan meminum kontrasepsi oral atau pil KB sebelum usia 20 tahun dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena fibroadenoma, jelas laman Health Line.

Fibroadenoma biasanya muncul di masa produktif perempuan dan akan menjadi lebih besar ukurannya ketika tengah hamil atau menjalani terapi hormon. Ketika kadar hormon estrogen menurun, seperti ketika menopause, tumor fibroadenoma ini bisa menyusut menjadi lebih kecil, terang laman Mayo Clinic.

Seperti apa ciri-ciri fibroadenoma?
Fibroadenoma bisa ditandai dari benjolan padat di payudara. Ciri-cirinya adalah memiliki tekstur keras atau kenyal, berbentuk bulat dengan batas yang jelas dan halus serta biasanya tidak terasa sakit. Tumor ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua payudara sekaligus, ungkap laman Mayo Clinic.

Beberapa fibroadenoma berukuran sangat kecil sehingga tak bisa dirasakan. Ketika kamu bisa meraba dan merasakannya, kamu pasti mengerti perbedaannya dengan jaringan payudara yang normal. Tumor ini memiliki bagian tepi yang jelas dan mempunyai bentuk yang bisa dideteksi, jelas laman Health Line.

Bagaimana cara mendeteksi benjolan itu fibroadenoma atau bukan?
Ada beberapa tahap yang dilakukan untuk memastikan benjolan itu fibroadenoma atau bukan. Pertama, lakukan pemeriksaan fisik dengan meraba payudara. Lalu, bisa juga melakukan tes pencitraan ultrasonografi (USG) payudara dan mamogram untuk memastikan bentuk, ukuran dan letak tumor tersebut.

Untuk USG payudara, pasien berbaring di atas meja, sementara alat digerakkan di atas kulit payudara dan membuat gambar yang jelas di layar. Bisa juga dilakukan biopsi untuk mengangkat jaringan lalu diuji di laboratorium. Sampel jaringan tumor diambil untuk diteliti untuk menentukan apakah itu fibroadenoma atau kanker payudara.

Ada beberapa tipe fibroadenoma, yakni…
Fibroadenoma sendiri dibagi menjadi beberapa tipe, di antaranya:

-Fibroadenoma kompleks: Jenis ini memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan sel berlebih (hiperplasia) dan dapat terbentuk dengan cepat. Ahli patologi menentukan apakah itu fibroadenoma kompleks atau bukan setelah meninjau jaringan yang diambil dengan metode biopsi.

-Fibroadenoma remaja: Benjolan payudara ini umum ditemukan di anak perempuan dan remaja antara usia 10-18 tahun. Fibroadenoma ini dapat membesar, namun bisa menyusut bahkan menghilang pada waktu selanjutnya.Fibroadenoma raksasa: Jenis ini memiliki ukuran benjolan yang besar dan bisa tumbuh hingga 5 cm atau lebih. Tipe fibroadenoma yang ini perlu diangkat karena dapat menekan dan mengganggu jaringan payudara yang normal.

-Tumor phyllodes: Jenis ini pada umumnya jinak, namun beberapa tumor phyllodes bisa berkembang menjadi ganas. Oleh dokter, biasanya jenis fibroadenoma ini disarankan untuk diangkat segera.

Fibroadenoma wajib diangkat apabila…
Tidak semua fibroadenoma perlu dioperasi. Ini bergantung pada gejala fisik, riwayat keluarga dan pertimbangan dari dokter. Fibroadenoma yang tidak bersifat kanker dapat dipantau secara ketat dengan pemeriksaan payudara klinis dan tes pencitraan, seperti mamogram dan ultrasonografi (USG), jelas laman Health Line.

Pertimbangan untuk mengangkat fibroadenoma biasanya didasarkan dari alasan berikut:

-Jika berdampak pada bentuk alami payudara
-Jika benjolan itu menyebabkan rasa sakit
-Jika muncul kekhawatiran tentang pengembangan benjolan jadi kanker
-Jika hasil biopsi menyatakan benjolan wajib diangkat

Ada beberapa prosedur untuk menghilangkan fibroadenoma, yakni…
Dokter akan merekomendasikan pembedahan untuk mengangkat fibroadenoma jika ukurannya sangat besar atau menimbulkan gejala yang bisa membahayakan di kemudian hari. Setidaknya, ada dua prosedur untuk mengangkat fibroadenoma, di antaranya:

Lumpektomi/biopsi eksisi: Dalam prosedur ini, ahli bedah akan mengangkat jaringan payudara dan mengirimkan ke laboratorium untuk memeriksa kanker.Cryoablation: Dokter akan memasukkan alat tipis seperti tongkat (cryoprobe) melalui kulit untuk menjangkau fibroadenoma. Lalu, gas akan dipakai untuk membekukan dan menghancurkan jaringan.Setelah fibroadenoma dihilangkan, ada kemungkinan muncul benjolan lain di masa yang akan datang. Benjolan ini perlu diidentifikasi melalui serangkaian tes, seperti mamogram, ultrasonografi (USG) payudara dan biopsi untuk menentukan apakah benjolan itu berpotensi kanker atau tidak.

Nah, itulah 7 fakta seputar fibroadenoma, tumor jinak yang tumbuh di payudara. Bagi para perempuan, jangan lupa lakukan pemeriksaan SADARI secara rutin, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *