Berita Terbaru Divock Origi menulis epos ganjil. Sudah sempat tidak terpakai pada 2014/15 serta 2017/18, dia melahirkan beberapa kejutan pada 2018/19 melalui gol-gol penting. Salah duanya dalam putaran kedua semi final Liga Champions. Narasi Origi bersambung. Pertandingan pembuka Premier League 2019/20 tidak lepas dari jangkauan maginya. Origi mencatatkan gol ke empat di pertandingan menantang Norwich City. Duel yang diadakan pada Sabtu (10/8/2019) di Anfield Stadium itu selesai dengan kemenangan 4-1 untuk Liverpool.Origi sebetulnya tidak tampil meledak-ledak. Dia hanya melepas satu tembakan sepanjang 74 menit bermain. Antara beberapa starting XI Liverpool, Origi jadi pemain ke-2 yang paling dikit menyentuh bola: 34 kali. Tidak hanya itu. Pemain dari Belgia ini empat kali kehilangan bola

Meskipun begitu, Origi menunjukkan jika dia dapat jadi intimidasi beresiko. Tembakan semata-mata wayangnya itu berbuntut gol. Nampaknya catatan itu jadi tamparan keras buat beberapa pemain yang acap buang-buang kesempatan. Meskipun cukup seringkali kehilangan bola, Origi sukses membuat dua umpan kunci. Efektivitas kelihatannya jadi nama tengah untuk permainan Origi.

Origi Tidak Akan Hengkang Dari Liverpool

“Saya fikir, dia tampil mengagumkan malam hari ini. Dia memang membuat dua atau tiga keputusan yang tidak bagus serta seringkali kehilangan bola. Tetapi, ia masih tampil cemerlang. Dia ialah intimidasi riil buat musuh,” jelas Klopp, diambil dari situs sah klub.Dalam susunan basic 4-3-3 ala Klopp, Origi bermain jadi striker kiri. Dia turun gelanggang isi kekosongan tempat yang dibiarkan Sadio Mane. Origi mungkin bukan yang terbaik antara beberapa striker. Catatan minus tadi buktinya.

Dia juga acap dipilih jadi pemain cadangan. Bila Mane betul-betul fit, bukanlah tidak mungkin Origi akan duduk di kursi cadangan.Tetapi rasa-rasanya tidak butuh khawatir kalaulah itu berlangsung. Sama musim-musim tempo hari, Origi tidak bermusuhan dengan kursi cadangan. Mengawali pertandingan darimanakah saja, dia tetap siap setiap saat Klopp memerlukan. Daripada direpotkan dengan masalah personal jenis itu, dia lebih senang lihat tiap pertandingan dari pemikiran team serta memindai apa yang sebetulnya dibutuhkan kawan-kawannya.

“Kami ingin memakai pertandingan pertama ini jadi titik balik dari kekalahan menantang Manchester City (di Community Shield). Kemenangan 4-1 pasti jadi hasil yang benar-benar bagus buat kami. Tetapi, terdapat beberapa komponen yang masih dapat kami benahi,” tutur Origi, diambil dari situs sah club.

Origi menjawab keyakinan Klopp menurunkannya jadi starting XI dengan cemerlang. Manuvernya memancing bek tengah musuh, Grant Hanley, lakukan kekeliruan fatal: Gol bunuh diri di menit ke-7. Origi melepas tendangan perlahan mengarah gawang dari bagian kanan pertahanan musuh. Hanley berupaya meredam bola itu. Apa lacur, manuver Hanley malah berbuntut sorak-sorai untuk supporter Liverpool sebab membuat bola berbelok ke gawang sendiri.

Gol yang mengantar Liverpool pada keunggulan 4-0 diciptakan lewat cara yang asyik. Ketika Trent Alexander-Arnold membuat serangan, dia menyerobot ke ruang pertahanan Norwich. Peletakan tempatnya beresiko benar: Di kotak serta dijepit dua pemain musuh. Tetapi Origi tidak gentar. Operan silang Alexander-Arnold disambutnya dengan tandukan yang tidak dapat dibendung Team Krul. Satu kali lagi dia membikin Klopp bersorak di tepi lapangan. Semuanya yang diperlihatkan Origi selanjutnya menunjukkan jika dia bukan superstar serta mungkin tidak pernah jadi superstar. Tetapi, Origi akan masih ada setiap saat diperlukan. Buat Liverpool serta Klopp, itu cukup sudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *