Berita Terbaru Kurang tidur tidak cuma membuat mata mengantuk. Lebih dari itu, kurang tidur terkait dengan kualitas kehidupan seksual dengan pasangan.Riset terbaru memperlihatkan terdapatnya hubungan di antara kurang tidur dengan menyusutnya libido atau nafsu seksual. Studi yang barusan diterbitkan di Journal of Sexual Medicine ini temukan jika tidur yang jelek mengakibatkan disfungsi ereksi pada lelaki serta kesusahan orgasme pada wanita.

Hasil riset ini didapatkan sesudah periset lakukan analisa pada jadwal tidur serta kehidupan seksual lebih dari 4.000 lelaki serta wanita di pertengahan umur 60-an. Walaupun semua responden berumur ‘tua’, tetapi dampak kurang tidur pada kepuasan seks ini dipandang masih sama untuk semua umur, khususnya pada lelaki.Pada lelaki, kurang tidur menyebabkan kandungan hormon testosteron menyusut. Testosteron yang rendah berefek pada minimnya keinginan seksual dan tingkatkan disfungsi ereksi. Riset ini menerangkan jika hormon-hormon penting dalam kehidupan seksual terbentuk di saat akhir dari tidur pulas.Tidak cuma lelaki, keadaan ini dihadapi oleh wanita. Wanita memerlukan testosteron alami untuk jaga tulang masih sehat, tingkatkan kognisi, tingkatkan massa otot, serta membuat sel darah merah baru.

Kurang Tidur Dapat Berpengaruh Pada Kualitas Seksual?

“Wanita yang alami permasalahan dengan peranan seksual harus mengevaluasi tidurnya,” kata psikolog klinis Michael Breus.

Satu studi kecil pada 171 mahasiswi menemukan jika tambahan tidur selama satu jam bisa tingkatkan hasrat untuk bercinta di hari berikutnya. Dengan catatan, jumlah waktu tidur sebelumnya telah sesuai referensi.Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa dianjurkan untuk tidur selama 7-9 jam tiap malam. Tidur yang cukup memberi banyak manfaat untuk tubuh dari mulai stamina yang kuat sampai kepuasan seks yang meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *