Berita Terbaru Dalam beberapa minggu paling akhir, beberapa pakar kesehatan di Amerika Serikat, terus berusaha untuk mencari pemicu munculnya penyakit paru-paru bangkrut yang menyerang beberapa ratus remaja serta orang dewasa di 25 negara bagian AS usai mengisap vape.

Merilis The Washington Post, belakangan ini beberapa pakar sudah temukan satu zat yang diduga jadi pemicu munculnya penyakit yang menyerang beberapa ratus remaja itu. Kecurigaan itu mengarah pada Vitamin E asetat, senyawa minyak yang datang dari Vitamin E.Secara alami, vitamin E bisa diketemukan dalam almond serta alpukat. Minyak yang diperoleh dari vitamin E biasanya dipakai dalam produk kecantikan serta suplemen nutrisi. Meski demikian, hirup minyak itu malah dapat memunculkan risiko kesehatan buat paru-paru.

Pembunuh Nomor 1 Dalam Vape, Vitamin E Asetat

Awalnya, menurut penuturan Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control/CDC), pada 27 Agustus 2019, tertera ada 215 kasus yang diadukan di 25 negara sisi berkaitan penyakit paru-paru misterius. Sebagian besar yang diserang ialah beberapa remaja serta orang dewasa dibawah usia 40-an.

Tanda-tanda yang dihadapi oleh beberapa pasien mencakup sesak napas, sakit dada, muntah, diare, serta kecapekan. Selama ini, dua orang pasien yang dirawat di rumah sakit Oregon serta Illinois dilaporkan meninggal dunia.

The Washington Post memberikan laporan, Badan Pengawas Obat serta Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA), temukan vitamin E asetat dalam produk ganja yang digunakan oleh mereka yang menderita penyakit itu. Zat ini muncul di sebagian besar produk ganja, terhitung vape berisi ganja yang dipakai oleh beberapa pasien di New York, dimana 34 orang salah satunya menderita penyakit paru-paru kronis.

Pada Kamis (6/9), Howard Zucker, sebagai Komisioner Kesehatan Negara Sisi di New York, menjelaskan jika penyidikan pada vitamin E asetat ini sudah jadi konsentrasi penting. Ini dikarenakan zat itu adalah adiktif yang tidak disetujui pemakaiannya dalam produk ganja, serta tidak tercatat dalam produk nikotin yang diuji oleh otoritas kesehatan.

Dia memberikan tambahan, vitamin E asetat ada dalam tingkat yang tinggi sekali di hampir semua sampel yang memiliki kandungan ganja yang diuji oleh negara. Di sisi lain, CDC sudah mengingatkan beberapa perokok untuk menghindarkan pemakaian rokok elektronik, serta diimbau tidak untuk membeli produk yang sudah dimodifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *