Berita Terbaru Lingkungan bumi yang semakin panas memicu masalah yang mengancam kehidupan manusia. Polutan udara merupakan salah satu masalah yang patut diwaspadai. Hasil bahan bakar dan pencemaran udara yang serius dapat mudah dihirup oleh kita. Apalagi menghadapi kemarau panjang, ancaman kebakaran hutan dapat mencemari udara.Dilansir dari laman Medanta, ada beberapa polutan yang memenuhi atmosfer bumi dan mengancam kesehatan manusia. Untuk itu, kamu perlu memahami beberapa zat dan penyebab polutan tersebut. Berikut berbagai jenis polutan udara yang dapat memicu masalah kesehatan. Berikut ulasannya :

Jenis-Jenis Polusi Udara Yang Berbahaya

Materi Partikulat (PM)
Kendaraan bermotor dan hasil pembakaran pabrik dapat mengeluarkan limbah yang mencemari udara. Apalagi jika disertai dengan kebakaran hutan yang terjadi saat kemarau. Udara di sekitar kita akan dipenuhi oleh materi partikulat (PM) dan cairan berbahaya yang memenuhi atmosfer kita. Partikel ini terdiri dari komponen seperti nitrat, sulfat, partikel debu, alergen dan serbuk sari.

Partikel-partikel ini berukuran kecil, sehingga mudah masuk ke dalam hidung dan paru-paru. Setelah terhirup, ini akan memicu masalah pada paru-paru dan jantung. Efek jangka pendeknya akan menyebabkan sakit tenggorokan, iritasi mata dan asma. Sedangkan jangka panjangnya akan memicu masalah seperti berkurangnya fungsi paru-paru dan kardiovaskuler.

Sulfur Dioksida (SO2)
Pembakaran bahan bakar fosil dapat melepaskan zat berbahaya seperti sulfur dioksida ke atmosfer. Gas ini pun dapat muncul akibat letusan gunung berapi yang sering terjadi di negara kita. Sulfur dioksida merupakan sejenis zat yang tidak berwarna dan berbau, sehingga kamu sulit melihatnya dengan mata telanjang.

Sulfur dioksida berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dengan berbentuk partikel yang dilepaskan ke udara. Jika zat ini tercium, maka akan menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, paru-paru, kardiovaskuler dan penyakit pernapasan lainnya. Kamu harus mewaspadai zat ini agar terhindar dari penyakit penyempitan saluran udara, mengi, sesak dada dan sesak napas.

Karbon monoksida (CO)
Pencemaran udara yang terjadi akibat limbah pabrik dapat melepaskan zat karbon monoksida yang cukup berbahaya. Zat ini tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga mudah sekali terhirup. Zat ini dapat menghambat jumlah oksigen yang dibutuhkan organ dan jaringan tubuh. Selain itu, akibat fatalnya bisa menyebabkan kematian.

Paparan polutan ini dapat menyebabkan gejala seperti flu, sakit kepala, pusing, disorientasi, mual hingga kelelahan. Pada orang yang memiliki riwayat jantung, zat ini membuat sakit dada. Selain itu, paparan dalam konsentrasi yang tinggi akan menyebabkan masalah gangguan penglihatan dan berisiko pada bayi yang belum lahir.

Nitrogen Dioksida (NO2)
Dilansir dari Departemen Lingkungan dan Energi Australia, nitrogen dioksida adalah polutan berbahaya karena berkontribusi terhadap pembentukan kabut fotokimia yang mengancam kesehatan.

Emisi berbahaya dari kendaraan bermotor, industri, bahan bakar fosil dan kompor yang menggunakan gas dapat melepaskan gas nitrogen dioksida (NO2) yang berbahaya. Zat ini dapat mudah ditemukan di jalan raya dan ruangan yang digunakan saat memasak dengan gas.

Jika konsentrasi gas yang kamu hirup terlalu tinggi, makan akan menyebabkan masalah kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Nitrogen dioksida memicu peradangan saluran pernapasan, infeksi seperti influenza dan pneumonia dan rentan terhadap infeksi paru-paru. Zat ini juga dapat menyebabkan alergi dan asma. Jika jumlahnya terlalu banyak, makan berdampak pada lapisan ozon dan struktur tanah.

Ozon (O3)
Kamu perlu tahu bahwa setiap hari, emisi dari kendaraan bermotor dan sinar matahari dapat membentuk ozon yang merusak tanah. Di atmosfer, ozon dapat melindungi lapisan bumi, sedangkan ozon yang berada di permukaan tanah dapat merusak kesehatan makhluk hidup. Ozon berbentuk kabut asap yang terikat oleh oksigen. Zat ini dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, mata, hidung dan paru-paru.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, paparan ozon jangka panjang terkait dengan pemburukan asma, dan kemungkinan menjadi salah satu dari banyak penyebab perkembangan asma. Paparan jangka panjang untuk konsentrasi ozon yang lebih tinggi juga dapat dikaitkan dengan kerusakan paru-paru permanen, seperti perkembangan paru-paru yang abnormal pada anak-anak.

Nah, beberapa polutan berbahaya ini tidak kita sadari mengelilingi kehidupan kita. Menjaga lingkungan dari polutan udara harus dimulai dari kesadaran sendiri. Jaga lingkungan dengan baik, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *