Berita Terbaru Saat ada anggota keluarga yang sakit, bisa itu diri Anda sendiri, suami, atau anak, maka praktik cepat-cepat memberikan obat antibiotik yang dianggap sebagai ‘obat dewa’ buat semua jenis penyakit, masih ditemui.

Hasilnya, memang seringkali dapat buat pulih, tetapi mungkin saja yang terjadi sakitnya tidak hilang-hilang. Mengapa bisa demikian, ya?

Dampak Mengonsumsi Antibiotik Secara Berlebihan

Memang kita ketahui dengan mengkonsumsi antibiotik , sakit yang diderita dapat berkurang, itu sebab terdapatnya infeksi bakteri. Demikian menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam situs Instagramnya. Namun, untuk mengetahui penyakit itu ialah infeksi bakteri ataulah bukan, maka harus diperiksa terlebih dulu oleh dokter. Hingga dengan demikian, Kemenkes menyarankan, supaya tiap keluarga tidak menyimpan antibiotik jadi persediaan di dalam rumah.Walau sebenarnya penyakit yang dapat terjadi, baik itu pada anak atau orang dewasa tidak selalu karena infeksi bakteri, tetapi dapat juga dikarenakan oleh virus. Penanganan penyakit yang sebab virus, obatnya bukan antibiotik.

Tidak hanya resistensi pada antibiotik, Health Line mencatat ada banyak dampak, bila penggunaan antibiotik dilakukan secara berlebihan. Salah satunya meningkatkan masalah diare fatal pada beberapa anak, bisa mengganggu keseimbangan bakteri dalam perut, sampai bertambahnya kasus gonore (kencing nanah).Pemakaian antibiotik ada juga aturannya. Diantaranya mengonsumsi antibiotik harus sampai habis, waktu dokter sudah meresepkannya. Jika pasien tidak menuruti, maka sebetulnya kuman masih dapat bermutasi sampai jadi resisten. Akhirnya, penyakit yang dirasa sudah mau sembuh, malah dapat semakin kronis.Untuk itu mari jagalah anggota keluarga kita dengan tidak mengonsumsi antibiotik dengan sembarangan serta berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *