Berita Terbaru Waktu beli celana dalam, segi apa yang paling kamu lihat? Apa warna, bahan, atau modelnya? Lepas dari semuanya itu, yang sangat penting untuk dilihat ialah apa celana dalam itu baik untuk kesehatan organ penting kita.

Meskipun terlihat sepele, memerhatikan kesehatan celana dalam itu penting lho. Ini sebab organ penting kita benar-benar peka serta rawan terserang iritasi. Pasti kamu tidak mau hal tersebut berlangsung kan? Oleh karena itu, baca beberapa ciri celana dalam sehat di bawah ini.

Panduan Sehat Dalam Menggunakan Celana Dalam

Pilih celana dalam memiliki bahan katun
Terdapat beberapa pilihan bahan celana dalam di luar sana. Dari mulai spandex, satin, sampai nilon. Tetapi bahan celana dalam yang terbaik ialah katun. Mengapa? Karakter dari katun yang gampang menyerap, mudah, serta sangat mungkin organ penting untuk “bernapas” ialah penyebabnya. Bahan yang terbuat dari kapas itu dapat juga menahan jamur untuk berkembang dibawah sana.

Pakai celana dalam yang menyerap keringat waktu olahraga
Badan akan keluarkan banyak keringat waktu olahraga, tidak kecuali di wilayah seputar organ penting. Keringat akan membuat ruang itu jadi lembap hingga jamur dapat berkembang dengan gampang. Dikutip dari Health Line, bahan celana dalam yang baik untuk dipakai saat badan banyak bergerak ialah polyester serta katun. Kedua-duanya mempunyai daya serap yang baik serta mudah hingga nyaman untuk digunakan.

Pastikan untuk ganti celana dalam tiap hari
Celana dalam dapat memerangkap kelembaban di ruang organ penting. Ini bukan type kelembaban yang baik untuk tubuhmu. Jamur serta bakteri suka ada di ruang yang hangat serta lembap semacam itu. Oleh karena itu kamu harus ganti celana dalam sekurang-kurangnya satu hari sekali. Bila kamu merasakan tidak nyaman sebab celana dalam yang lembap, selekasnya mengambil yang baru dari dalam lemarimu.

Jangan menggunakan celana dalam yang begitu ketat
Ukuran dari celana dalam harus juga dilihat. Jangan memakai celana dalam yang begitu ketat sebab akan menyebabkan iritasi pada organ penting. Terutamanya pada wanita yang sudah menopause. Dikutip dari Huffington Post, bahan yang begitu ketat dapat menggesek kulit serta punya potensi mengakibatkan cedera. Ini berlaku pada celana dalam yang begitu longgar.

Jauhi pemakaian thong
Thong ialah type celana dalam dengan kain yang kecil dibagian belakangnya. Umumnya wanita memakai ini untuk berjemur serta menghindarkan garis celana yang kelihatan dari balik pakaian. Tetapi nyatanya thong tidak baik untuk kesehatan organ kewanitaan.

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan oleh Obstetrics and Gynecology di tahun 2018, thong dapat tingkatkan efek infeksi aliran kemih (UTI), vaginosis bakteri, serta vaginitis. Riset mengatakan jika keadaan itu akan berlangsung khususnya bila pemakai tidak memerhatikan kebersihan. Sebetulnya tidak apa-apa memakai thong kadang-kadang, selama tidak digunakan tiap hari.

Pakai deterjen yang aman untuk kulit
Celana dalam sebetulnya tidak dapat diperlakukan sama juga dengan type pakaian yang lain. Ini sebab mereka bekerja membuat perlindungan organ penting yang benar-benar peka. Oleh karenanya kamu harus memakai bahan kimia yang aman untuk mencucinya. Dikutip dari Health.com, beberapa pakar mereferensikan deterjen hipoalergenik yang mudah serta lembut. Bahan kimia itu akan menahan iritasi, reaksi alergi, serta gatal-gatal.

Gantilah celana dalam yang lama dengan yang baru tiap tahun
Kita memang tetap membersihkan celana dalam sesudah menggunakannya. Namun berdasar data dari Good Housekeeping Institute, meskipun telah kelihatan bersih, baju dalam masih memiliki kandungan lebih dari 10 ribu bakteri hidup. Pilihan paling baik untuk menangani ini dengan mengupdatenya, sekurang-kurangnya satu tahun sekali.

Itu ketentuan penggunaan celana dalam yang perlu kamu lihat. Pastikan selalu untuk jaga kebersihannya supaya organ vitalmu masih sehat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *