Berita Terbaru Orang Indonesia memang seringkali merasa kurang jika belum melahap nasi. Walau sebenarnya, konsumsi nasi sering dihubungkan dengan beberapa dampak berbahaya. Menurut Prof.Dr.Ir. Ali Khomsan, MS sebagai Guru besar di bagian Gizi Warga serta Sumberdaya Keluarga IPB, nasi dapat tingkatkan gula darah.
“Pasien sakit gula semestinya mengurangi nasi termasuk bubur, tetapi lebih disarankan mengkonsumsi umbi-umbian,” katanya .

Nasi putih kekurangan banyak mineral dan vitamin penting. Mereka sangat cepat dipecah jadi gula, imbasnya kita jadi gampang lapar. Tidak heran, mengonsumsi nasi putih benar-benar erat hubungannya dengan menambahkan berat tubuh.Sebetulnya ada banyak pilihan alternatif nasi putih yang lebih sehat serta kaya nutrisi. Berikut beberapa di antaranya:

Beragam Makanan Mengeyangkan Selain Nasi

Quinoa
Quinoa diketahui sebagai alternatif pengganti nasi untuk diet sehat. Dia bebas gluten serta kaya protein, zat besi, serat, serta asam amino. Merupakan protein lengkap, quinoa memiliki kandungan sembilan asam amino mendasar. Ini kukuhkan quinoa jadi sumber protein yang benar-benar kaya, khususnya untuk vegetarian.

Beras merah
Walau saling beras, beras merah punyai nutrisi yang jauh lebih sehat. Nasi merah memiliki kandungan serat yang membantu pencernaan yang efektif. Beras merah diduga dapat mengurangi efek diabetes jenis 2.

Gandum
Walau memasaknya lebih lama dibanding nasi putih, gandum adalah alternatif beras yang lebih sehat.Tidak hanya dapat menurunkan kandungan kolesterol dalam tubuh, gandum kaya selenium, mineral yang jarang ditemukan dalam makanan lain. Oh ya, gandum memiliki kandungan mangan, fosfor serta tembaga.

Buckwheat
Buckwheat adalah bahan penting dalam pengerjaan soba. Tidak hanya bebas gluten, mengonsumsi soba dengan teratur meningkatkan kesehatan jantung serta kurangi kandungan gula darah. Makanan ini kaya serat serta diketahui untuk memerangi kanker. Soba memiliki kandungan kalori jauh lebih rendah dibanding nasi, serta efisien untuk menurunkan berat tubuh.

Ubi jalar
Menurut data USDA Research Service, satu buah ubi jalar (200 gr) memiliki kandungan 180 kalori, 41,4 gr karbohidrat, sampai 0,3 gr lemak.Diluar itu, menurut sebuah riset yang diterbitkan pada 2010, ubi jalar memiliki kandungan dua jenis serat; yakni serat larut serta serat tidak larut. Serat larut sendiri berperan melunakkan feses, sedangkan serat tidak larut berperan dalam menyerap air.Ubi jalar memiliki kandungan anti-oksidan yang membantu pertumbuhan bakteri sehat di usus; seperti Bifidobacterium serta Lactobacillus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *