Berita Terbaru Belakangan ini, beberapa periset mengingatkan bahaya mengonsumsi produk susu, seperti keju. Menurut mereka, kebanyakan konsumsi produk susu itu dapat tingkatkan efek terserang penyakit kanker prostat. Sementara konsumsi makanan nabati, seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, rumput laut, jagung, serta kacang-kacangan, nampaknya dapat kurangi efek terserang penyakit ini.Ini disibak beberapa periset dalam satu penelitian terbaru. Riset itu sudah diterbitkan di Journal of American Osteopathic Association. Dalam analisa itu, tim periset dari Mayo Clinic mempelajari lebih dari 47 artikel ilmiah yang diedarkan di antara 2006 serta Februari 2017, yang secara keseluruhan menyertakan lebih dari 1 juta peserta.

Penelitian ini menemukan jika orang yang konsumsi produk nabati, seperti vegetarian serta vegan, beresiko lebih rendah terserang kanker prostat. Sedangkan beberapa orang yang banyak konsumsi produk hewani, serta terutamanya produk susu, dihubungkan dengan penambahan terserang penyakit kanker prostat.Periset menerangkan jika kanker prostat banyak diketemukan di negara barat, dimana beberapa orang disana jadi customer paling besar makanan memiliki kandungan kalsium. Sebaliknya, kanker prostat jarang-jarang didapati di beberapa negara Asia, dimana masyarakatnya lebih sedikit konsumsi makanan seperti susu serta keju atau yang memiliki kandungan kalsium tinggi.

Mengkonsumsi Keju Berlebihan Dapat Memicu Kanker Prostat?

Tiap tahunnya, ada seputar 174.650 masalah baru kanker prostat. Ini membuatnya jadi penyakit paling umum yang terkena pria tidak hanya kanker kulit. Kanker prostat jadi penyakit ke-2 pemicu kematian karena kanker di AS, sesudah kanker paru-paru. Kanker protat minimal sudah membunuh sekitar 31.620 orang tiap tahun. Penyakit ini paling umum menyerang pria usia lanjut, di atas 66 tahun.

“Riset kami menyorot kekhawatiran tingginya mengonsumsi produk susu. Penemuan ini ungkap potensi bermanfaat dari pola makan nabati,” tutur Dr. John Shin, salah satunya anggota tim periset, seperti dikutip Newsweek.


Walau demikian, beberapa periset menjelaskan butuh dikerjakan riset selanjutnya untuk mengetes validasi penemuannya. Contohnya, dengan lakukan eksperimen kontrol acak serta lihat dampak dari unsur pola hidup yang lain, seperti merokok serta olahraga. Di lain sisi, menurut Tom Sanders, satu orang profesor emeritus nutrisi serta dietetika di King’s College London yang tidak terjebak dalam analisa, temuan ini masih butuh ditelaah selanjutnya. Menurut dia, cara yang dipakai dalam riset ini masih mempunyai banyak kelemahan.

“Penelitian ini ada beberapa kekurangan, khususnya dalam analisa statistik yang tidak memberi dukungan rangkuman yang membetulkan keterikatan di antara mengonsumsi produk susu serta efek kanker prostat,” tutur Sanders.

“The World Cancer Research Fund, dalam riset yang tambah lebih ketat, temukan jika kelebihan berat tubuh atau obesitas, ialah diantaranya unsur yang tertinggi berkaitan efek terserang kanker prostat. Riset itu cuma memperhitungkan konsumsi susu serta kalsium sebagai salah satu unsur yang mungkin mengakibatkan kanker prostat.”

Menurut Sanders, mengenai fakta mengapa satu orang vegan lebih rendah terserang kanker prostat dibanding pemakan daging ini sebab vegan umumnya mempunyai berat tubuh yang lebih mudah daripada pemakan daging. Selain itu, Weilin Wu, pakar dari Cancer Research U.K. yang tidak terjebak dalam analisa, menjelaskan jika penemuan analisa ini sangat menarik untuk ditelaah selanjutnya. Wu memberikan tambahan jika tidak ada satu “makanan ajaib” yang dapat menurunkan efek kanker dengan sendirinya.

“Pola makan seseorang keseluruhannya jauh lebih penting dibandingkan konsumsi satu jenis makanan saja,” kata Wu.

“Jadi, dibanding penuhi keranjang belanjaan Anda dengan jamur, lebih baik Anda konsumsi sayuran yang beragam untuk gaya makan yang imbang serta jaga Anda mempunyai berat badan yang sehat,” imbuh dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *